December 6, 2019
  • 5:42 am SMK Negeri 1 Ranah Pesisir Kembali gelar Simulasi UNBK tahap 1
  • 2:56 am SMK Berlakukan absensi Finger Print Siswa
  • 7:14 am SMK Negeri 1 Ranah Pesisir Gelar Operasi Semut
  • 7:01 am SMK Negeri 1 Sukses Gelar UNBK
  • 4:23 pm SMKN 1 Kembangkan Program Agribisnis Tanaman Pangan

Berbagai cara dilakukan untuk membenahi sistem pendidikan di SMK Negeri 1 Ranah Pesisir. Salah satunya adalah dengan meningkatkan komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa. SMK Negeri 1 Ranah Pesisir, Balai Selasa, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki cara tersendiri untuk menjaga komunikasi dengan orang tua tersebut.

SMK Negeri 1 Ranah Pesisir  memiliki cara tersendiri untuk mendisiplinkan siswa masuk sekolah. Yakni, menggunakan fingerprint (fasilitas mesin absensi sidik jari ) untuk absensi seluruh siswa. Dan, orangtua siswa dapat mengakses data rekam fingerprint melalui HP/Android.

Sejak Senin – 7 Oktober 2019, sekolah yang berbasis pada Pertanian, teknologi dan informatika dan Pariwisata ini menggunakan sistem fingerprint untuk absensi seluruh siswanya. Informasi kehadiran siswa ini juga dikirimkan melalui SMS gateway kepada orang tua masing-masing saat itu juga.

“Sehingga orang tua tahu apakah anaknya benar-benar sampai ke sekolah atau tidak. Jam berapa sampai ke sekolah juga ketahuan,” ujar Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Ranah Pesisir, Evy Fitriana di SMK Negeri 1 Ranah Pesisir, Jl Bukit Sangkar Puyuh, Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir – Kabupaten Pesisir Selatan.

Siswa Siswi Sedang melakukan absensi dengan finger print

Sudah ada 3 mesin fingerprint yang ditempelkan di dinding bangunan sekolah. Sebelum masuk kelas, seluruh siswa harus absen di mesin-mesin itu. Setelah absen, di ponsel orang tua mereka akan diterima SMS pemberitahuan dari pihak sekolah bahwa anaknya sudah tiba.

“Jika ada siswa yang terlambat, orang tua tahu. Kalau dilakukan berulang-ulang, kami ada teguran. Kalau sudah parah, orang tuanya kami panggil ke sekolah,” ujar Evy Fitriana.

Menurut Evy Fitriana, absensi fingerprint dan pemberitahuan ke orang tua ini cukup efektif untuk memantau anak. Orang tua juga dapat segera tahu saat anaknya mencoba membolos.

Sementara itu, untuk para siswa baru belum diberlakukan absensi fingerprint. Sebab data mereka masih diinput oleh petugas untuk dimasukkan ke dalam sistem.

“Nomor HP orang tua sudah kami minta saat daftar ulang kemarin. Saat ini sedang input data,” katanya.

Penerapan fingerpint tidak hanya sekadar untuk menekan siswa membolos tetapi juga menjadi bagian model pembelajaran teaching factory. Yakni upaya pendekatan pembiasaan/budaya industri ke dalam proses belajar mengajar di SMK.

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT

Tinggalkan komentar

%d bloggers like this: