September 20, 2019
  • 7:14 am SMK Negeri 1 Ranah Pesisir Gelar Operasi Semut
  • 7:01 am SMK Negeri 1 Sukses Gelar UNBK
  • 4:23 pm SMKN 1 Kembangkan Program Agribisnis Tanaman Pangan
  • 4:16 pm Pastikan Pemilih Pemula Punya KTP, UKL Ranah Pesisir Jemput Bola ke Sekolah SLTA
  • 4:09 pm SMKN 1 Ranah Pesisir Siap Gelar UNBK 2018

Jenis pendidikan kejuruan berdasarkan Undang-undang Pendidikan Nomor 2 Tahun 1989 diubah menjadi jenis pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Pada tahaun 2008 berdasarkan Surat Direktur Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2873/C5.3/MN/2008 menganai spectrum keahlian pendidikan menengah kejuruan, pemerintah membagi kelompok pendidikan menengah kejuruan menjadi enam bidang studi keahlian yaitu teknologi rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, seni kerajinan dan pariwisata, agribisnis dan agroteknologi, serta bisnis dan manajemen.

Penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan dilaksanakan melalui berbagai sistem yaitu persekolahan (SMK), pendidikan luar sekolah (kursus-kursus keterampilan, keahlian, dan pelatihan kerja industri), dan melalui pendidikan tinggi profesional. Indonesia terkenal dengan negara agraris yang banyak menghasilkan sector pertanian. Wilayah yang membentang dari Sabang sampai Merauke terkenal memiliki tanah yang sangat subur untuk pengembangan sektor-sektor pertanian yang ada. Dengan kekayaan hayati dan sumber daya alam (SDA) Indonesia ditakdirkan sebagai negara yang cocok dalam bidang pembangunan pertanian dan tidak dipunyai oleh negara lain. Hanya bagaimana mengatur strategi-strategi pembangunan pertanian sehingga negara Indonesia mampu menjadi negara maju dengan dukungan kekayaan SDAnya.

Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai peranan yang sangat pentingdalam membangun bangsa dan negara. Dengan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif (comparative advantage) akan mampu meningkatkan produktivitas pertanian maupun jasa yang berkualitas. SDM yang unggul dengan peningkatan kapasitasnya, akan lebih sensitif dan dapat dengan cepat menanggapi dan mengelola perubahan yang sangat dinamis.

Salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan SDM pertanian adalah dengan mendirikan sekolah-sekolah pertanian. Pada masa Orde Baru, beberapa sekolah pertanian didirikan dibawah Departemen Pertanian (Deptan) maupun di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud). Sekolah pertanian dibawah Deptan, diantaranya adalah Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP), Akademi Penyuluhan Pertanian (APP) dan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP). Sedangkan sekolah pertanian dibawah Depdikbud adalah Sekolah Teknologi Menengah (STM) atau Sekolah Menengah Teknologi (SMT) Pertanian. Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi yang mengandalkan sector pertanian memiliki beberapa SPP antara lain SPP induk yang berada di Kota Padang, SPP daerah yang berada di Sijunjuang dan SPP daerah Pesisir Selatan.

SPP (Sekolah Pembangunan Petanian) Balai Salasa Kabupaten Pesisir Selatan didirikan pada tahun 1986 tepatnya pada tanggal 8 Juli 1986, yang awalnya bernama SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas) tepatnya di Pasar Balai Salasa Kabupaten Pesisir Selatan. Nagari Koto VIII Pelangai merupakan salah satu dari 10 Nagari yang berada dalam wilayah Kecamatan Ranah Pesisir yang letaknya sangat strategis dengan kekayaan alam yang cukup sebagai areal pertanian, dan pekebunan. Disamping daerahnya yang berhawa sejuk, tanah yang subur serta kehidupan yang saling menghargai masyarakat Nagari Koto VIII Pelangai termasuk ke dalam nagari yang memiliki integritas yang tinggi antar sesamanya. Penduduk di Nagari Koto VIII Pelangai berjumlah 6.103 jiwa dengan luas daerah lebih kurang  6.605.353 /M2 yang terdiri dari 2 Kampung,  yakni : Kampung Koto VIII Mudik dan Kampung Koto VIII Hilir. Secara geografis Nagari Koto VIII Pelangai pada dasarnya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai daerah pertanian dan perkebunan, karena areal persawahan yang cukup luas dan daerah perkebunan yang mendukung yang berada di Nagari Koto VIII Pelangai.

Dalam proses perkembangannya, sekolah ini telah mengalami perubahan nama mulai dari Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Balai Selasa, SPP Daerah Balai Selasa hingga SMKN 1 Ranah Pesisir.  SPMA Balai Selasa berdiri pada tahun 1971, dan pada tahun 1986 berubah menjadi Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP). SPMA resmi berubah menjadi SPP dan telah berdiri sendiri hingga pada akhir tahun 2000-2001, dengan dikeluarkannya keputussan SK Meteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0489/U/1992 tentang perubahan nama sekolah menengah menjadi SMKN, serta Undang-Undang Nomor. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, maka Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) menjadi SMKN 1 Ranah Pesisir, nama sekolah tersebut masih tetap dipertahankan dan berkembang sampai sekarang.

Pada awal berdiri dengan bernama SPMA tahun 1971, awalnya sekolah SPMA ini dibangun atas hasil swasembada masyarakat Balai Selasa dengan lokasi di Pasar Balai Selasa, tanah sumbangan yang diberikan dari Kenagarian Balai Selasa. Setelah berubah nama menjadi SPP tahun 1986 dengan didanai oleh Bank Dunia, lokasi Sekolah Pertanian Pembangunan dipindahkan ke Bukik Puyuah Balai Salasa. Alasan perpindahan lokasi ini dikarenakan persyaratan Bank Dunia yang mengharuskan memiliki luas lahan 30 Ha, dengan fasilitas yang sangat memadai dan sangat lengkap sesuai dengan standar verifikasi Bank Dunia. Pada masa SPP (Sekolah Pembangunan Pertanian) tetap masih memakai kurikulum yang sama dengan SPP yang berada di Kota Padang sebagai induk dari SPP di Sumatera Barat, setiap kenaikan kelas yang diharuskan uji kompetensinya ke SPP Padang untuk penentuan lulus atau naik kelasnya setiap siswa/siswi yang ada, yang sekarang SPP Kota Padang induk dari SPP yang ada di Sumatera Barat telah berubah nama menjadi SMK-PP satu-satunya yang masih dibawah naungan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat.

SPP Balai Selasa mencetak lulusan dengan sumber daya pertanian yang handal untuk ditempatkan di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten dan luar kabupaten. Hasil ini sebenarnya juga didukung berbagai fasilitas yang disediakan seperti asrama, labor, gedung sekolah dan berbagai fasilitas lain yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Fasilitas ini didapatkan oleh Deptan dari pendanaan pinjaman Bank Dunia. Kemudian dana untuk pembangunan-pembangunan pendidikan pertanian diperoleh dari sumber-sumber lain baik melalui kerjasama multilateral maupun bilateral. Selain digunakan untuk membangun fasilitas sekolah dana ini juga digunakan untuk pengembangan keilmuan. Beberapa keunggulan tersebut serta kebijakan penempatan di lingkungan Dinas Pertanian menjadikan SPP Balai Selasa sebagai salah satu sekolah favorit di daerah Pesisir Selatan. Banyak lulusan sekolah menengah pertama di Pesisir Selatan dan daerah lainnya yang menjadikan sekolah ini sebagai pilihan utama ketika ingin melanjutkan studi ke jenjang sekolah menengah atas. Namun, seiring dikeluarkannya keputusan SK Meteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0489/U/1992 tentang perubahan nama sekolah menengah menjadi SMKN, lulusan SPP tidak lagi langsung diangkat menjadi pegawai di lingkungan Dinas Pertanian. Dengan tidak lagi dibawah naungan Ikatan Dinas Deptan standar menjadi pegawai pun sudah lebih ditingkatkan ke jenjang pendidikan tinggi. Hal ini membuat SPP tidak lagi menjadi sekolah favorit di Pesisir Selatan. Tentang tujuan Pendidikan Sekolah (SPP), Berdasarkan Undang-Undang Pendidikan RI Nomor 56 Tahun 2000 berubah menjadi pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Namun dalam pelaksanaannya, perubahan nama dari SPP Balai Selasa ke SMKN 1 Ranah Pesisir dimulai pada tahun 2001 hingga sekarang. Perubahan nama sekolah pada tahun 2001 itu juga dibarengi dengan perubahan dinas yang menaunginya. SPP yang dahulunya berada dibawah Dinas Pertanian dialihkan ke Dinas Pendidikan. Kemudian disusul dengan perubahan kurikulum,pengelolaan aset, peraturan dan lainnya. Selain didasari oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2000, perubahan ini juga didasari oleh Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintah otonomi daerah, dimana pengelolaan dan pengembangan pendidikan dilakukan oleh daerah. Pemerintah Daerah Pesisir Selatan merasa perlu untuk merubah nama SPP menjadi SMK demi perkembangan sekolah. Seperti halnya penambahan jurusan yang sewaktu-waktu akan dibutuhkan oleh Kabupaten Pesisir Selatan.

Pada awal perubahan nama menjadi SMKN 1 Ranah Pesisir, sekolah ini tetap menggunakan jurusan yang lama yakni Jurusan Tanaman Pangan Holtikultura dan Tanaman Pangan Perkebunan. Pada tahun 2012, selain jurusan Tanaman Pangan Holtikultura dan Tanaman Pangan Perkebunan, ditambah beberapa jurusan baru seperti Jurusan Broadcast, Multimedia, Perbankan, Tata Busana, Jasa Boga, Teknik Konstruksi Batu dan Beton. Sejak tahun 2012, Sekolah SMKN 1 Ranah Pesisir tidak lagi memfokuskan kepada jurusan pertanian dikarnakan kurangnya siswa/siswi yang ada, minat dari masyarakat tidak begitu tertarik dengan jurusan pertanian saja. Penelitian ini memokuskan pada dinamikan SPP Balai Selasa hingga SMKN 1 Ranah Pesisir dalam mengembangkan sumber daya manusia pertanian untuk tetap produktif sekaligus tetap mempertahankan basis sumber daya manusia. Setelah tahun 2012 dengan ditambahkannya berbagai macam jurusan yang ada di SMKN 1 Ranah Peisir, yang tidak lagi memfokuskan pada jurusan pertanian saja. Setelah adanya penambahan jurusan SMKN 1 Ranah Pesisirberkembang dan maju sampai pada tahun 2015, tetapi dalam perkembangan SMKN 1 Ranah Pesisir jurusan pertanian masih tetap dipertahankan didalam proses belajar mengajar. Jurusan pertanian pada saat sekarang tidak berkembang dan seakan-akan stagnan dan berjalan di tempat, tidak seimbang dengan jurusan lain yang ada di SMKN 1 Ranah Pesisir. Setelah tahun 2014 jurusan pertanian mendapatkan suntikan dana beasisiwa dari Diknas Pusat untuk diberikan kepada setiap siswa/siswi pertanian untuk mendapatkan dana beasiswa, dengan adanya beasiswa di jurusan pertanian mulailah kembali diminati dan diliirik dengan ditandainya mulai meningkat kembali siswa/siswi jurusan pertanian sampai tahun 2016 dan terus berkembang sampai saat ini di Sekolah SMK Negeri 1 Ranah Pesisir.

LEAVE A COMMENT